• American Politics
  • Chinese Politics
  • Logika dan Teori
  • Bahasa Indonesia
  • English
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.
Arthuur Research
  • American Politics
  • Chinese Politics
  • Logika dan Teori
  • Bahasa Indonesia
  • English
No Result
View All Result
Arthuur Research
No Result
View All Result
Home Logika & Teori

Kita Tidak Lagi Hidup, Kita Sedang Dijual

Arthuur Jeverson Maya by Arthuur Jeverson Maya
Mei 22, 2026
in Logika & Teori
0
Kita Tidak Lagi Hidup, Kita Sedang Dijual
0
SHARES
81
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterBagikan ke WhatsApp

Tulisan ini merupakan hasil diskusi dalam kegiatan IRGD (International Relations Group Discussion) Prodi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Kristen Indonesia (UKI) yang dilaksanakan pada Kamis, 21 Mei 2026 dengan tema Neoliberal Homo Economicus: Are We Human Beings or Human Capital?. Kegiatan ini dikoordinatori oleh Ellya Dameria Enesca, S.Sos., M.Sc selaku dosen Prodi HI UKI dan Peneliti University of Oxford. Pemateri dalam kegiatan ini adalah Adrianus Lengu Wene, S.Sos., M.Si dan Ellya Dameria Enesca, S.Sos., M.Sc, dengan moderator Elkata Atua, seorang pemikir kontemporer yang menghadirkan gagasan tentang agen-agen pemulihan di tengah disrupsi ontologis modernitas. Diskusi ini memperlihatkan bahwa modernitas tidak lagi sekadar membentuk sistem ekonomi, tetapi telah mengonstruksi orbit ontologis manusia itu sendiri. Dalam neoliberalisme, manusia direduksi menjadi entitas yang dinilai berdasarkan produktivitas, efisiensi, kompetisi, dan performativitas sosial. Akibatnya, being manusia mengalami disrupsi karena keberadaannya tidak lagi dipahami sebagai keberadaan yang utuh, melainkan sebagai representasi yang terus diproduksi melalui angka, citra, pencapaian, dan kapital simbolik. Di titik ini, hipperrepresentasi modernitas bekerja bukan hanya pada level ekonomi, tetapi pada level ontologis manusia.

Michel Foucault dalam pembahasannya mengenai Homo Economicus menunjukkan bahwa neoliberalisme berbeda dengan liberalisme klasik. Dalam liberalisme klasik, manusia dipahami sebagai subjek pertukaran ekonomi yang bergerak di pasar. Namun dalam neoliberalisme, manusia bukan lagi sekadar pelaku pasar, melainkan menjadi perusahaan bagi dirinya sendiri (enterprise of himself). Individu didorong untuk terus mengelola tubuh, keterampilan, pendidikan, relasi sosial, bahkan emosinya sebagai investasi kapital. Dengan demikian, manusia modern hidup dalam logika permanen optimalisasi diri. Kehidupan tidak lagi dijalani sebagai eksistensi ontologis, tetapi sebagai proyek ekonomi yang harus selalu menghasilkan nilai tambah.

Foucault melihat bahwa mekanisme ini bekerja sangat halus karena kuasa neoliberal tidak hadir terutama melalui represi, tetapi melalui internalisasi rasionalitas pasar ke dalam kesadaran manusia. Subjek modern akhirnya mengawasi dirinya sendiri berdasarkan ukuran performa, produktivitas, dan kompetisi. Manusia tidak perlu lagi dipaksa secara eksternal karena ia telah menjadi pengelola sekaligus pengawas atas dirinya sendiri. Dalam kondisi inilah Homo Economicus neoliberal menjadi bentuk baru governmentality modern, yaitu ketika kuasa bekerja melalui kebebasan yang diarahkan. Kebebasan individu tampak semakin luas, tetapi pada saat yang sama seluruh hidup manusia terserap ke dalam logika kalkulasi ekonomi dan hiperproduktivitas sosial.

Namun diskusi ini melangkah lebih jauh dengan menghadirkan Simtoxa sebagai kritik terhadap reduksi tersebut. Simtoxa tidak membaca manusia sekadar sebagai efek diskursus atau produk struktur ekonomi, melainkan sebagai subjek yang memiliki veritas persona yang inheren di dalam dirinya. Karena itu, manusia tidak identik dengan nilai tukarnya di dalam sistem neoliberal.

Dalam pembahasan tersebut, veritas persona dipahami sebagai inti ontologis yang tidak dapat direduksi oleh hipperrepresentasi modernitas. Modernitas membentuk manusia untuk terus mengejar pengakuan simbolik melalui media, institusi, karier, maupun kapital, sehingga manusia kehilangan pusat ontologis dirinya sendiri. Orbit being menjadi tercerai-berai karena subjek hidup di bawah repetisi representasi eksternal. Simtoxa membaca kondisi ini sebagai disrupsi ontologis, yaitu ketika manusia hidup berdasarkan pantulan simbolik dunia, bukan berdasarkan pemulihan ontoself yang inheren.

Ontoself dalam Simtoxa kemudian hadir sebagai ruang pemulihan orbit ontologis tersebut. Pemulihan ini bukan berarti kembali pada romantisme masa lalu atau penolakan terhadap modernitas, melainkan proses ketika veritas persona membaur dengan ontoself sehingga subjek tidak lagi sepenuhnya ditentukan oleh performativitas neoliberal. Dengan demikian, manusia tidak lagi hidup hanya sebagai komoditas sosial atau mesin produktivitas, tetapi sebagai subjek yang memiliki keberadaan intrinsik yang tidak bergantung pada validasi hipperrepresentasi modernitas.

Karena itu, diskusi ini menghasilkan satu pembacaan baru terhadap Homo Economicus neoliberal. Jika modernitas memproduksi manusia sebagai kapital yang terus dipertukarkan, maka Simtoxa menawarkan pemulihan ontologis melalui veritas persona dan ontoself sebagai pusat keberadaan subjek. Di sinilah diskusi menjadi penting, sebab yang dipertaruhkan bukan hanya sistem ekonomi global, tetapi keberadaan manusia itu sendiri: apakah manusia tetap menjadi subjek yang utuh, atau larut sepenuhnya menjadi representasi yang dikendalikan oleh orbit hipperrepresentasi modernitas.

Loading

Previous Post

Film Pesta Babi Dibungkam: Apa yang Sebenarnya Ditakuti Negara?

Next Post

Dunia Mulai Takut pada Amerika, Tetapi Mulai Hidup dari Cina

Arthuur Jeverson Maya

Arthuur Jeverson Maya

Arthuur Jeverson Maya adalah dosen dan penulis yang berfokus pada politik Amerika Serikat dan Cina dalam dinamika transformasi tatanan global kontemporer. Dalam berbagai kajiannya, ia menelusuri bagaimana kuasa, pengetahuan, dan struktur dunia diproduksi melalui repetisi makna yang membentuk kesadaran global modern. Dari lintasan pemikiran tersebut, ia mengembangkan Simtoxa sebagai kerangka analitis sekaligus proses pemulihan orbit ontologis, yakni upaya mengembalikan manusia pada relasi kebenaran yang tidak semata dibentuk oleh struktur, diskursus, atau reproduksi simbolik dunia modern.

Next Post
Dunia Mulai Takut pada Amerika, Tetapi Mulai Hidup dari Cina

Dunia Mulai Takut pada Amerika, Tetapi Mulai Hidup dari Cina

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pencarian

No Result
View All Result
Selengkapnya
Selengkapnya

© 2021 Arthuur Jmaya Research - Developed by Tokoweb.co

No Result
View All Result
  • American Politics
  • Chinese Politics
  • Logika dan Teori
  • Bahasa Indonesia
  • English

© 2021 Arthuur Jmaya Research - Developed by Tokoweb.co

A no-nonsense guide to UK casinos that accept Neteller in 2026. We rank the top operators, dissect bonus traps, and reveal the fastest withdrawal options, plus alternatives when Neteller isn’t available. read our expert guide to Neteller casinos UK 2026

Discover the best UK online casinos that still offer Pay N Play in 2026. Our expert guide covers instant play, top sites, bonuses, and alternatives. read the full guide to Pay N Play casinos UK 2026

Discover the best UK online casinos that accept PayPal in 2026. Our in-depth guide ranks the top PayPal casino sites, compares bonuses, payout speeds, and game libraries. Learn how to deposit and withdraw safely. No filler – just expert, updated advice. browse our curated list of PayPal casino sites

POLi is dead, but that doesn’t mean your UK casino deposits have to suffer. Discover the best alternatives, top sites that accept them, and why you’ll never see POLi in 2026. explore the best POLi alternatives for UK casinos

Find the best UK online casinos that accept Revolut in 2026. Compare bonuses, payout speeds, and fees. Complete guide with top picks, how-to, and alternatives. check out the full list of Revolut-friendly casinos

Find the best online casinos that accept Ripple XRP deposits for UK players in 2026. Compare top XRP gambling sites, bonuses, games, and payment speeds in our expert guide. read our full analysis of the best XRP casinos for UK players

Discover the top UK casinos accepting Siru Mobile in 2026. Compare bonuses, games, and payment options. Expert analysis with pros, cons, and a full ranking table. read our comprehensive Siru Mobile casinos guide

Find the best casinos that accept Solana in the UK for 2026. Our expert guide compares trusted sites, bonuses, games, and fast crypto payouts. Start playing with SOL safely. read our guide to the best Solana casinos UK 2026

Discover the best Tether casinos in the UK for 2026. Compare top USDT-friendly casinos, bonuses, fast withdrawals, and secure crypto gambling options for British players. read our guide to Tether casinos in the UK 2026

Discover the best TRON casinos for UK players in 2026. Compare top TRX gambling sites, bonuses, and games in our no-nonsense guide. read our TRON casino guide