• American Politics
  • Chinese Politics
  • Logika dan Teori
  • Bahasa Indonesia
  • English
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.
Arthuur Research
  • American Politics
  • Chinese Politics
  • Logika dan Teori
  • Bahasa Indonesia
  • English
No Result
View All Result
Arthuur Research
No Result
View All Result
Home Harian

“Hasrat yang Tak Pernah Tuntas: Di Balik Konflik Thailand–Kamboja”

Arthuur Jeverson Maya, Ketua Program Studi Ilmu Hubungan Internasional

Arthuur Jeverson Maya by Arthuur Jeverson Maya
Juli 26, 2025
in Harian
0
“Hasrat yang Tak Pernah Tuntas: Di Balik Konflik Thailand–Kamboja”
0
SHARES
83
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterBagikan ke WhatsApp

Konflik yang meletus kembali antara Thailand dan Kamboja pada Juli 2025 tidak lagi dapat dibaca sebagai sengketa terbatas atas situs warisan dunia Preah Vihear. Ia telah berubah menjadi konflik multi-lokasi yang menyebar di sepanjang perbatasan darat kedua negara—melibatkan wilayah Chong Bok (Emerald Triangle), Ta Muen Thom, Nam Yuen, Phu Makhuea, dan Phanom Dong Rak. Sengketa ini telah menjangkau lebih dari simbol, lebih dari peta kolonial, dan lebih dari putusan hukum internasional. Ia telah menjadi panggung retakan genealogis dan ledakan hasrat yang kehilangan objek sejatinya.

Dalam kerangka genealogi Foucault, setiap lokasi sengketa di sepanjang perbatasan bukan sekadar ruang fisik, tetapi produk dari operasi historis yang menghasilkan kebenaran terinstitusionalisasi. Wilayah-wilayah seperti Ta Muen Thom dan Preah Vihear dibingkai melalui peta Prancis (1904–1907), lalu disahkan kembali oleh Mahkamah Internasional—sebuah rantai pengetahuan yang terputus dari realitas lokal. Dalam setiap keputusan hukum itu terdapat pelapisan simbolik, bukan resolusi substansial. Maka dari itu, konflik ini bukan dimulai oleh peluru, melainkan oleh pengetahuan yang telah dipalsukan dari hulu.

Tapi bahkan simbol itu pun kini tak stabil. Ketika konflik bergeser dari Preah Vihear ke Nam Yuen dan Phanom Dong Rak, di mana ledakan ranjau dan serangan artileri menghantam rumah sakit dan desa, tampak jelas bahwa bukan simbol yang diperjuangkan, tetapi kehendak untuk mempertahankan kehormatan nasional di wilayah abu-abu. Inilah yang membentuk bentang OPH—Objek Penyebab Hasrat dalam terminologi Lacan.

Lacan mengajarkan bahwa objek yang menjadi pusat konflik sering kali bukan objek sejati, melainkan citra kosong yang memicu hasrat tanpa pernah mampu memuaskannya. Dalam konteks ini, Preah Vihear adalah OPH. Ia bukan candi dalam makna religius atau arsitektural, melainkan proyeksi hasrat nasionalisme dan kehilangan. Namun ketika konflik mulai menyebar ke wilayah lain yang tidak punya bobot simbolik setinggi Preah Vihear, terbukti bahwa OPH ini bukanlah objek tetap—tetapi topeng yang terus berganti.

Metafora yang paling kuat untuk memahami absurditas ini adalah gadis cantik yang diperebutkan dua pria, padahal setelah perang panjang, mereka baru sadar bahwa gadis itu adalah waria hasil operasi wajah. Selama bertahun-tahun, baik Thailand maupun Kamboja mempercayai bahwa yang mereka perebutkan adalah “perempuan sejati”—kebenaran, kehormatan, dan warisan. Tapi ternyata, yang mereka kejar adalah proyeksi, bukan realitas. Dan ketika keduanya sadar, luka sudah terlalu dalam untuk ditarik mundur. Yang mereka kira pengetahuan, ternyata hanyalah pre-knowledge: ilusi yang dibangun oleh institusi, hukum internasional, dan logika kolonial.

Konflik ini menunjukkan bahwa bukan Preah Vihear yang penting, tetapi struktur hasrat yang membungkusnya. Dan ketika OPH bergeser ke Ta Muen Thom, Nam Yuen, atau Phu Makhuea—tanpa simbol sejarah apa pun—maka terbukti bahwa yang diperebutkan bukanlah objek, tetapi kekosongan itu sendiri. Sebuah kekosongan yang terus diisi oleh trauma sejarah, nasionalisme, dan kompetisi hegemoni.

Amerika Serikat dan Tiongkok memainkan peran penting dalam menjaga ilusi ini tetap hidup. Tiongkok menopang Kamboja dengan infrastruktur dan dukungan politik sebagai cara mempertahankan kliennya di Indochina. Amerika mendukung Thailand secara diplomatik dalam bingkai “hak untuk membela diri.” Keduanya tidak menyelesaikan konflik, tetapi menjaga agar OPH tetap bersinar, agar fantasi tetap membara.

Sementara itu, ASEAN diam bukan karena tak bisa bicara, tetapi karena berada di luar bahasa konflik ini. ASEAN dibangun atas logika konsensus dan stabilitas, bukan atas pembacaan kritis terhadap sejarah dan hasrat. Ia tidak memiliki kosa kata untuk memahami bahwa konflik ini bukan sekadar wilayah, tetapi konflik epistemik dan psikoanalitik—antara realitas yang ada dan simbol yang dijadikan kebenaran.

ASEAN menyangka bisa meredakan konflik dengan prosedur diplomatik. Tapi seperti dua pria dalam kisah metafora di atas, ASEAN pun belum sadar bahwa yang mereka perjuangkan adalah wajah hasil operasi, bukan wajah asli dari kebenaran. Tanpa keberanian untuk menelanjangi OPH, konflik ini akan terus berulang, dan wajah geopolitik Asia Tenggara akan terus ditata ulang oleh tangan-tangan asing dan sejarah yang belum selesai.

Loading

Previous Post

“Tanah Kanaan di Amerika: Ketika Musa Menyusun Peta 50 Negara Bagian”

Next Post

Trump Effect: Viralitas vs Verifikasi

Arthuur Jeverson Maya

Arthuur Jeverson Maya

Arthuur Jeverson Maya adalah dosen dan penulis yang berfokus pada politik Amerika Serikat dan Cina dalam dinamika transformasi tatanan global kontemporer. Dalam berbagai kajiannya, ia menelusuri bagaimana kuasa, pengetahuan, dan struktur dunia diproduksi melalui repetisi makna yang membentuk kesadaran global modern. Dari lintasan pemikiran tersebut, ia mengembangkan Simtoxa sebagai kerangka analitis sekaligus proses pemulihan orbit ontologis, yakni upaya mengembalikan manusia pada relasi kebenaran yang tidak semata dibentuk oleh struktur, diskursus, atau reproduksi simbolik dunia modern.

Next Post

Trump Effect: Viralitas vs Verifikasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pencarian

No Result
View All Result
Selengkapnya
Selengkapnya

© 2021 Arthuur Jmaya Research - Developed by Tokoweb.co

No Result
View All Result
  • American Politics
  • Chinese Politics
  • Logika dan Teori
  • Bahasa Indonesia
  • English

© 2021 Arthuur Jmaya Research - Developed by Tokoweb.co

A no-nonsense guide to UK casinos that accept Neteller in 2026. We rank the top operators, dissect bonus traps, and reveal the fastest withdrawal options, plus alternatives when Neteller isn’t available. read our expert guide to Neteller casinos UK 2026

Discover the best UK online casinos that still offer Pay N Play in 2026. Our expert guide covers instant play, top sites, bonuses, and alternatives. read the full guide to Pay N Play casinos UK 2026

Discover the best UK online casinos that accept PayPal in 2026. Our in-depth guide ranks the top PayPal casino sites, compares bonuses, payout speeds, and game libraries. Learn how to deposit and withdraw safely. No filler – just expert, updated advice. browse our curated list of PayPal casino sites

POLi is dead, but that doesn’t mean your UK casino deposits have to suffer. Discover the best alternatives, top sites that accept them, and why you’ll never see POLi in 2026. explore the best POLi alternatives for UK casinos

Find the best UK online casinos that accept Revolut in 2026. Compare bonuses, payout speeds, and fees. Complete guide with top picks, how-to, and alternatives. check out the full list of Revolut-friendly casinos

Find the best online casinos that accept Ripple XRP deposits for UK players in 2026. Compare top XRP gambling sites, bonuses, games, and payment speeds in our expert guide. read our full analysis of the best XRP casinos for UK players

Discover the top UK casinos accepting Siru Mobile in 2026. Compare bonuses, games, and payment options. Expert analysis with pros, cons, and a full ranking table. read our comprehensive Siru Mobile casinos guide

Find the best casinos that accept Solana in the UK for 2026. Our expert guide compares trusted sites, bonuses, games, and fast crypto payouts. Start playing with SOL safely. read our guide to the best Solana casinos UK 2026

Discover the best Tether casinos in the UK for 2026. Compare top USDT-friendly casinos, bonuses, fast withdrawals, and secure crypto gambling options for British players. read our guide to Tether casinos in the UK 2026

Discover the best TRON casinos for UK players in 2026. Compare top TRX gambling sites, bonuses, and games in our no-nonsense guide. read our TRON casino guide